Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-20 20:53:39【Resep Pembaca】575 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(3)
Sebelumnya: Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak
Selanjutnya: Ekonomi TW
Artikel Terkait
- Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30
- Seluruh siswa Saptosari DIY sehat kembali usai keluhan hidangan MBG
- Pendaftaran film santri di SANFFEST 2025 dimulai 10 November 2025
- Sudinsos Jaksel bagikan bantuan makanan untuk penyintas banjir
- 5 makanan sehat ala Jepang, benarkah jadi resep umur panjang?
- Program MBG Lampung telah jangkau 86 persen penerima manfaat
- 1.281 KK terdampak banjir yang menerjang dua desa di Lumajang
- Wakil Ketua DPRD Bogor salurkan bantuan untuk korban longsor Bondongan
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Pengamat: Kemendagri pegang peran strategis sukseskan MBG
Resep Populer
Rekomendasi

China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka

Di hadapan Presiden Lee, Prabowo cerita Indonesia gandrungi K

Kemenhub perkuat keselamatan penerbangan nasional lewat MOR

Puluhan calon relawan SPPG di OKU jalani tes kesehatan

Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak

Cara tukar tiket dan rundown konser DEADLINE BLACKPINK 2025 di Jakarta

Kemarin, tambang ilegal hutan Sekotong dan insentif guru honorer naik

Tragedi di kuil India selatan: 9 tewas dalam kerumunan padat massa